Tak Sekadar Mencari Kesalahan, Audit Internal Berikan Nilai Tambah bagi Organisasi

Tak Sekadar Mencari Kesalahan, Audit Internal Berikan Nilai Tambah bagi Organisasi

2025-12-31 10:57:15

Tak Sekadar Mencari Kesalahan, Audit Internal Berikan Nilai Tambah bagi Organisasi

Kuliah Praktisi Mengulas Konsep, Proses, dan Peran Strategis Audit Internal

 

Program Studi Akuntansi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa telah menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Praktisi Mengajar dengan tema “Proses Penugasan Audit Internal” pada Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa terkait praktik audit internal secara langsung dari praktisi.

Kuliah umum ini menghadirkan Bapak Dr. Fauzan Misra, SE., M.Sc., Ak., CA., QGIA, yang dikenal sebagai pakar di bidang akuntansi dan pengauditan internal, sebagai pemateri. Kegiatan dimoderatori oleh Ibu Umi Wahidah, SE., M.Ak., AWP. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Akuntansi, Ibu Nur Anita Chandra Putry, SE., M.Si., Ak., CA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan memahami praktik audit internal secara komprehensif, mulai dari tahapan awal perencanaan audit hingga tahapan akhir berupa pelaporan hasil audit internal.

Pada sesi pemaparan materi, pemateri menjelaskan secara umum mengenai konsep dan peran audit internal dalam organisasi, khususnya dalam mendukung tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan pengendalian internal. Selain itu, disampaikan pula tahapan utama dalam proses penugasan audit internal yang meliputi perencanaan audit, penyusunan program audit, pelaksanaan prosedur audit, pengumpulan dan analisis bukti audit, hingga perumusan temuan dan rekomendasi.

Audit internal dijelaskan tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, melainkan memberikan nilai tambah melalui saran dan rekomendasi yang konstruktif bagi manajemen. Pemateri menekankan bahwa audit internal harus dilaksanakan secara objektif dan profesional dengan berlandaskan fakta, bukan prasangka. Disampaikan juga oleh Bapak Dr. Fauzan Misra, SE., M.Sc., Ak., CA., QGIA bahwa esensi audit internal tidak hanya terletak pada pembentukan mekanisme dan prosedur administratif, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku (soft factor) seluruh unsur organisasi agar pengendalian internal dapat berjalan secara efektif. Pesan moral yang bisa disampaikan atas peran auditor internal adalah menjaga nilai-nilai etika, independensi, integritas, dan kejujuran.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Zahra Inayah Atifah, yang menanyakan mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam audit internal, prosedur audit yang telah memanfaatkan AI, serta kemungkinan tergesernya peran auditor internal oleh AI di masa mendatang. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa AI saat ini telah digunakan sebagai alat bantu auditor, khususnya pada tahap perencanaan audit dan penyusunan program audit, termasuk dalam analisis data dan identifikasi risiko. Namun demikian, AI tidak dapat menggantikan peran auditor internal sepenuhnya, karena auditor internal memiliki tanggung jawab profesional dalam memberikan pertimbangan, penilaian, serta rekomendasi berbasis pengalaman, pemahaman konteks organisasi, dan aspek etika, yang tidak dapat dilakukan oleh AI. Oleh karena itu, peran auditor internal tetap relevan dan tidak hanya terbatas sebagai reviewer.

Kegiatan Kuliah Umum Praktisi Mengajar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan moderator sebagai bentuk apresiasi, serta diakhiri dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program Studi Akuntansi dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik audit internal serta kesiapan menghadapi tantangan profesi auditor di era perkembangan teknologi.

Rahma Febriyani