Workshop Keserumpunan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa: Penguatan Desain Asesmen UTS Berbasis HOTS dan OBE yang Selaras dengan KKNI, LAMEMBA, dan Standar Mutu ISO

Workshop Keserumpunan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa: Penguatan Desain Asesmen UTS Berbasis HOTS dan OBE yang Selaras dengan KKNI, LAMEMBA, dan Standar Mutu ISO

2026-04-22 10:44:58

Yogyakarta, 21 April 2026 — Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (FE UST), menyelenggarakan kegiatan Workshop Keserumpunan yang berfokus pada perancangan soal Ujian Tengah Semester (UTS) yang disesuaikan dengan standar mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Ruang Ki Hadjar Dewantara FE UST, dan dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah di lingkungan Program Studi Manajemen.

Workshop ini mengusung tema “Designing Midterm Assessment Based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) and Outcome-Based Education (OBE): Alignment with KKNI, LAMEMBA, and ISO Quality Standards.” Tema tersebut mencerminkan komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran yang tidak hanya mengukur aspek pemahaman, tetapi juga kemampuan analisis, evaluasi, dan kreativitas mahasiswa.

Ketua Program Studi Manajemen, Ratih Kusumawardhani, S.E., M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya keselarasan antara RPS, proses pembelajaran, capaian pembelajaran lulusan, serta sistem evaluasi yang digunakan. Beliau menggarisbawahi bahwa penyusunan soal UTS harus mampu mencerminkan standar mutu yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi khususnya LAMEMBA.

Kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Gugus Kendali Mutu Program Studi (GKMP) Manajemen yang disampaikan oleh Nala Tri Kusuma, S.E., M.M., CHCM. Dalam laporannya disampaikan beberapa poin penting terkait evaluasi proses pembelajaran, yang meliputi kegiatan pengajaran, proses bimbingan skripsi, serta pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Paparan ini menjadi pengingat dan refleksi bersama bagi dosen dalam upaya peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Pada sesi ini juga membuka diskusi mengenai proses publikasi ilmiah mahasiswa yang nantinya akan lebih terarah dan terstruktur.

Pada sesi inti, Ketua Program Studi Manajemen memaparkan secara komperhensif mengenai format penyusunan soal UTS yang mengacu pada regulasi terbaru dari LAMEMBA. Ditekankan bahwa penyusunan soal harus berbasis pada prinsip Outcome-Based Education (OBE), yang mensyaratkan adanya kesesuaian antara soal yang dibuat dengan RPS, capaian pembelajaran mata kuliah, serta profil lulusan yang diharapkan. Selain itu, dalam format soal UTS perlu dicantumkan rubrik penilaian secara jelas untuk setiap indikator soal guna menjamin objektivitas dan keterukuran hasil evaluasi.

Di akhir kegiatan, perwakilan panitia UTS, Auliya Rosiana, S.S., M.M., CPHRM, menyampaikan perkembangan (progress) dosen dalam menyusun dan mengumpulkan soal UTS, khususnya untuk mata kuliah yang diujikan secara terjadwal. Disampaikan pula sejumlah poin penting yang perlu dicermati oleh dosen, terutama terkait kejelasan petunjuk pengerjaan soal. Pada kesempatan tersebut, disepakati bahwa batas akhir pengumpulan soal UTS final adalah Jumat, 24 April 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen Program Studi Manajemen FE UST mampu menyusun instrumen evaluasi yang lebih terstruktur, berkualitas, serta selaras dengan standar nasional dan internasional, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten.