Galeri Investasi–KSPM UST Sukses Selenggarakan International Sharing Session 2026 Bertema "Stock Market Across Countries: What Makes Them Different?"

2026-08-06 09:20:58

Yogyakarta, 26 Mei 2026

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sukses menyelenggarakan International Sharing Session 2026 dengan mengusung tema "Stock Market Across Countries: What Makes Them Different?" pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Ki Hadjar Dewantara Lantai 2, Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, serta daring melalui Zoom Meeting (Hybrid).

Gambar 1. Foto Bersama

Kegiatan ini diikuti oleh 196 peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, peserta internasional, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap pasar modal dan investasi global. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai karakteristik pasar modal di berbagai negara sekaligus membangun jejaring internasional dengan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi.

  Gambar 2 menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UST

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, pembacaan doa, serta sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Dr. Ambar Lukitaningsih, M.M., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia International Sharing Session 2026.

Gambar 3. Sambutan Dekan Fakultas Ekonomi UST, Dr. Ambar Lukitaningsih, M.M.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UST menyampaikan bahwa perkembangan pasar modal global menuntut generasi muda untuk memiliki literasi keuangan yang tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga memahami dinamika investasi internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif, meningkatkan kemampuan berpikir global, serta memperkuat daya saing di era ekonomi internasional.

  Gambar 4. Penyampaian Materi oleh Para Pemateri

Memasuki sesi inti, kegiatan menghadirkan empat narasumber dari tiga negara yang membahas karakteristik pasar modal berdasarkan kondisi ekonomi, regulasi, budaya investasi, serta perkembangan teknologi di masing-masing negara.

Materi pertama disampaikan oleh Syaoky Wahidun R. dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia, yang menjelaskan perkembangan pasar modal Indonesia, peran Bursa Efek Indonesia dalam meningkatkan jumlah investor domestik, serta peluang investasi bagi generasi muda melalui berbagai instrumen pasar modal.

 

Selanjutnya, Li Jiahui dari Hefei University of Technology, China, memaparkan perkembangan pasar modal di Tiongkok yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, serta kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor keuangan nasional. Peserta memperoleh gambaran mengenai karakteristik investor dan perkembangan bursa saham di China.

Materi berikutnya disampaikan oleh Jhulia Margaret L. S. dari Emilio Aguinaldo College, Philippines, yang menjelaskan kondisi pasar modal di Filipina, peran Philippine Stock Exchange dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta tantangan dan peluang investasi yang dihadapi negara berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai moderator, Davet Kasidi dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa memandu jalannya diskusi secara interaktif sehingga setiap narasumber dapat menyampaikan perspektif negaranya secara komprehensif sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk membandingkan karakteristik pasar modal antarnegara.

  Gambar 4. Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Sesi diskusi berlangsung dengan sangat interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai perbedaan regulasi pasar modal di masing-masing negara, karakteristik investor domestik dan internasional, pengaruh kondisi ekonomi terhadap pergerakan pasar saham, peluang investasi lintas negara, hingga tantangan yang dihadapi dalam menghadapi digitalisasi dan globalisasi sektor keuangan.

Para narasumber memberikan berbagai pandangan berdasarkan pengalaman dan kondisi pasar modal di negaranya masing-masing sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana faktor ekonomi, kebijakan pemerintah, teknologi, serta budaya investasi memengaruhi perkembangan pasar modal di berbagai belahan dunia.

 

  Gambar 5. Pemberian Sertifikat kepada Narasumber

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah dibagikan, panitia memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh narasumber. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas kerja sama internasional yang telah terjalin dalam mendukung peningkatan literasi pasar modal dan penguatan jejaring akademik lintas negara.

 

 Gambar 6. Penutupan Kegiatan

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, moderator, panitia, dan seluruh peserta, baik yang hadir secara luring maupun daring. Dokumentasi tersebut menjadi penanda keberhasilan penyelenggaraan International Sharing Session 2026 sebagai forum berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan pasar modal global.

Melalui penyelenggaraan International Sharing Session 2026, Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa berharap kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai perbedaan karakteristik pasar modal di berbagai negara serta memperkuat pemahaman terhadap perkembangan investasi global. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Galeri Investasi BEI–KSPM UST dalam mendukung peningkatan literasi pasar modal, memperluas jejaring internasional, serta mempersiapkan generasi muda yang memiliki perspektif global dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar keuangan dunia.