Internasionalisasi Keselarasan Ajaran Tamansiswa ke dalam Teknologi dan Investasi<br><br>SIFAT, BENTUK, ISI, dan IRAMA ”AKUNTAN DEWANTARA MUDA DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPTION TECHNOLOGY”

Internasionalisasi Keselarasan Ajaran Tamansiswa ke dalam Teknologi dan Investasi

SIFAT, BENTUK, ISI, dan IRAMA ”AKUNTAN DEWANTARA MUDA DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPTION TECHNOLOGY”

2023-07-10 10:45:54

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) melalui ikatan mahasiswa Program Studi Akuntansi (IMPSA) sukses menggelar kegiatan Webinar dengan tema “Sifat, Bentuk, Isi, dan Irama : Akuntan Dewantara Muda dalam Menghadapi Era Disruptian Technology” pada Sabtu, 17 Juni 2023. Kegiatan webinar ini hasil Kerjasama antara IMPSA dengan Pusat pengembangan UST dan dengan OJK Kanwil Wilayah DIY. Webinar ini juga mendapat dukungan dari HMJA Universitas Ahmad Dahlan, HIMAK Universitas Pasundan, ACM Universitas Malaysia, Sabah serta turut mengundang seluruh organisasi kemahasiswan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Webinar ini dilaksanakan dalam rangka untuk memahami relevansi ajaran Tamansiswa pada era disruption teknologi yang sedang terjadi di kehidupan sekarang ini dan peluang investasi di era disruption teknologi.

Ibu Sri Ayem, SE., M. Sc., Ak., CA., ACPA. selaku Ketua Program Studi Akuntansi, memberikan sambutan untuk mengawali acara webinar dilanjutkan sambutan oleh Bapak Dr. Suyanto, M. Si. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi UST. Pemamran materi pertama oleh Prof Dr. Sutrisna Wibawa, M. Pd., beliau merupakan Kepala Lembaga Pengembangan Universitas Sarjanaiyata Tamansiswa dengan judul “Sifat, Bentuk, Isi, dan Irama (SBII) dalam Menghadapi Disruption Technology ”pada sesi pertama. “Dalam pelaksanaan akulturasi itu itu haruslah berpegang pasa asas Tri-kon, kontinu, konvergensi, dan konsentris,” terang Prof Dr. Sutrisna dalam pemaparannya. Selain itu, Prof Dr. Sutrisna juga menjelaskan asas-asas lainnya seperti Tri Sakti Jiwa, Tri Nga, Tri N, menjelaskan juga tentang Tiga Fatwa Ki Hadjar Dewantara serta Sistem Among.

Sesi kedua dalam kegiatan ini dipaparkan oleh Ibu Rosi Kho Arlitani selaku Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Daerah Istimewa Yogyakarta dengan judul “Tantangan dan Peluang Investasi di Masa Disruption Technology”. Secara ringkas, pada pemaparan materi kedua ini Ibu Rosi menjelaskan peluang dan tantangan investasi di masa Disruption Rechnology serta hal-hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi. Ibu Rosi Kho Alriyani juga mengingatkan untuk tetap waspada pada pinjaman online ilegal dan trentunya memberikan tips atau penyelesaian jika sudah terjerat pinjaman online ilegal. Pada intinya, kedua materi tersebut sama-sama mengajak para mahasiswa untuk lebih waspada di masa Disruption Technology, segala bentuk tindakan yang diambil harus dipikrikan secara hati-hati agar tidak terkena penipuan pada platform digital.

Meskipun kegiatan ini dilakukan dengan melalui Platform Zoom Cloud Meeting, namun kegiatan ini mendapatkan antusias dari mahasiswa yang cukup tinggi dengan dibuktikannya peserta dari acara ini mencapai 97 peserta. Tidak hanya itu, jumlah pertanyaan yang dilontarkan kepada setiap narasumber ke-1 dan ke-2 juga tidak kalah banyaknya. Harapannya, acara Webinar SBII ini dapat menjadi referensi bagi acara selanjutnya dan juga dapat terus diselenggarakan mengingat manfaat yang diperoleh sangatlah banyak bagi mahasiswa.

Ditulis oleh :

IMPSA